oleh Alizar Tanjung
Saya
selalu memberi tahu orang-orang bahwa saya menjadi penulis bukan karena saya
pergi ke sekolah, melainkan karena ibu saya membawa saya ke perpustakaan. Saya
ingin menjadi seorang penulis, supaya saya dapat melihat nama saya di kartu catalog.
(Sandra Cisneros)
Setiap penulis
memiliki pengalaman unik kenapa dia menulis. Kalau diajukan pertanyaan satu
persatu akan bermunculan jawaban yang beraneka ra
gam. Ada yang karena diajak guru. Ada yang karena tulisannya dimunculkan oleh guru di Koran. Dan di antara pengalaman unik itu mengerucut kepada karena kebiasaan membaca. Seperti yang dialami Sandra Cisneros. Sandra menjadi penulis berawal dari kebiasaan ibunya mengantarkan dia membaca buku di perpustakaan. Dari kebiasaan membaca buku diperpustakaan membuat dia ingin menulis, Sandra ingin menemukan dirinya di kartu katalog perpustakaan.
gam. Ada yang karena diajak guru. Ada yang karena tulisannya dimunculkan oleh guru di Koran. Dan di antara pengalaman unik itu mengerucut kepada karena kebiasaan membaca. Seperti yang dialami Sandra Cisneros. Sandra menjadi penulis berawal dari kebiasaan ibunya mengantarkan dia membaca buku di perpustakaan. Dari kebiasaan membaca buku diperpustakaan membuat dia ingin menulis, Sandra ingin menemukan dirinya di kartu katalog perpustakaan.
Siapa Sandra? Dia
adalah pengarang Amerika.
Mengapa menulis dekat
dengan perpustakaan? Mengapa pertanyaan ini yang diajukan kepada pembaca semuanya.
Seorang ilmuwan Amerika, Isaac Asimov (1920-1992) menuturkan, "Ketika saya
membaca berita tentang cara anggaran perpustakaan dipotong dan dipotong, saya
hanya berpikir bahwa Amerik telah menemukan cara lain untuk menghancurkan
dirinya sendiri." Pertanyaan yang rada sama muncul, kenapa seorang ilmuwan
mengatakan demikian. Orang yang berpengaruh secara keilmuan. Tidak salah kalau
alasannya adalah pustaka.
Pustaka adalah
tempat menyimpan arsip. Menyimpan dalam arti kata, mendata ulang, mendetailkan,
mengembangkan, membiarkan orang-orang berkunjung ke sana. Sebab pustaka adalah
gedung yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan buku.
Pustaka adalah
jantung ilmu. Sebuah negara dilihat kemajuannya dapat dilihat dari seberapa majunya
pustaka di sana. Kalau pustakanya lengkap dapat dikatakan Negara itu sedang
maju, kalau pustakanya sedikit atau dapat dikatakan tidak ada, Negara itu sedang
menuju kehancuran. Menurut Isaac sedang menyiapkan dirinya untuk menghancurkan
dirinya sendiri.
Sandra telah melihat
jendela dirinya dari membaca buku-buku di perpustakaan. Sandra telah melihat
buku-buku yang amat jujur dalam mengajarinya, buku-buku sangat tabah menemaninya,
sehingga sandra mencintainya, Sandra hidup bersama cinta perpustakaan itu.




25%