Pekanbaru-Bertempat di gedung perpustakaan Soeman HS
Pekanbaru lantai 3 (tiga), Sabtu, 18 April lalu komunitas menulis Rumahkayu
Pekanbaru menggelar kegiatan berupa diskusi menulis dengan
tema “Proses Keatif Seorang Penulis” bersama penulis dan pendiri Rumahkayu
Group, Alizar Tanjung yang didatangkan dari Kota Padang, Sumatera Barat. Acara
dimulai dari pukul 09.45-13.00 wib. Dalam pemaparannya selain bercerita tentang
proses kreatif yang ia tuangkan dalam sebuah makalah yang berjudul “Kata-kata
Yang Memenuhi Kepala”.Alizar Tanjung juga menyampaikan tentang filosofi dari nama Rumahkayu itu sendiri. “Filosofi Rumahkayu itu adalah agar orang-orang yang berada di Rumahkayu adalah orang-orang yang rendah hati,” ujarnya. Disamping itu Alizar juga mengharapkan agar anggota komunitas Rumahkayu Pekanbaru bisa berkreatifitas, memiliki tujuan yang akan dicapai, senantiasa memberikan sugesti positif, dan terus melakukan promosi. “Publikasi atau promosi itu penting, karena dari sana kita bisa cepat mekar,” katanya membuat perumpamaan.
Terkait hal-hal yang disampaikan oleh Alizar Tanjung
kepada peserta yang mengikuti diskusi, muncul berbagai macam keinginan yang
ingin dicapai oleh anggota komunitas Rumahkayu Pekanbaru dalam menulis. Seperti
Robi, anggota komunitas Rumahkayu Pekanbaru yang berkeinginan menulis buku.
“Untuk mencapai target menulis buku itu maka saya akan banyak membaca dan
menulis,” ujarnya. Begitu pula anggota komunitas Rumahkayu Pekanbaru lainnya
pun memiliki target yang akan dicapai dalam menulis. Watri, anggota komunitas
Rumahkayu Pekanbaru ini berkeinginan menulis cerpen dengan baik, disamping juga
mampu menulis naskah untuk film atau sinetron. “Hal ini karena saya melihat
banyaknya tayangan sinetron yang kurang bermutu,” papar perempuan yang sedang
menempuh pendidikan di program pascasarjana Universitas Riau ini. Begitu pula
anggota komunitas Rumahkayu Pekanbaru lainnya memiliki target-target tertentu
yang ingin dicapai dalam menulis.
Acara diskusi seputar proses kreatif ini berlangsung
hingga pukul 12.30 wib lalu jeda untuk istirahat shalat dan makan siang.
Kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 13.30 wib membahas karya yang ditulis
oleh anggota komunitas Rumahkayu Pekanbaru, baik berupa cerpen, puisi, atau pun
jenis tulisan lainnya. Agenda membahas atau membedah karya anggota komunitas
Rumahkayu Pekanbaru ini berlangsung hingga pukul 16.30 wib. Acara kemudian ditutup
dengan penyerahan kenang-kenangan dari komunitas Rumahkayu Pekanbaru kepada
Alizar Tanjung.
(Laporan:
Desi Sommalia, bergiat di Komunitas Rumahkayu).



25%