
Pekanbaru-Pada tanggal 10-12 April lalu komunitas menulis Rumahkayu
Pekanbaru mengikuti kegiatan yang bertajuk ‘Gerakan
Indonesia Menulis’ yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau.
Kegitan tersebut bertempat di kantor Balai Bahasa Provinsi Riau, kompleks
Universitas Riau, panam, Pekanbaru. Adapun anggota komunitas Rumahkayu
Pekanbaru yang mengikuti kegiatan Gerakan Indonesia Menulis tersebut yakni Desi
Sommalia, Watri, Abdul Hamid Nasution, Syafri, Mustofa Kamal Batubara, Robbi,
Salsabila, Rifal Fuzi, dan Adrian Pratama. Pada hari pertama acara dimulai dari
pukul 08.00 wib hingga rehat makan siang dan dilanjutkan kembali pada pukul
13.00-16.00 wib. Hari kedua dan ketiga acara hanya berlangsung dari pukul
09.00-12.30.00 wib.
Materi yang disajikan selama acara berlangsung cukup
menarik, ihkwal penulisan kreatif yang disampaikan oleh Agus Sri Danardana,
selaku Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, teknik penulisan puisi yang
disampaikan oleh Marhalim Zaini, teknik penulisan prosa oleh Griven H Putra,
teknik penulisan esai oleh Hary B Kori’un.
Peserta yang mengikuti acara tersebut merupakan utusan
dari berbagai komunis dan kampus yang ada di Pekanbaru. Seperti anggota dari
Komunitas Rumahkayu, Komunitas Paragraf, Forum Lingkar Pena Wilayah Riau,
Community Pena Terbang, dan berberapa mahasiswa perguruan tinggi di Pekanbaru seperti
mahasiswa dari Universitas Riau, Universitas Islam Riau, Universitas Islam
Negeri Sultan Syarif Kasim dan Sekolah Tinggi Seni Riau. Acara tersebut
merupakan satu dari empat kegiatan serupa yang telah dan akan dilaksanakan oleh
Balai Bahasa Riau di beberapa kota di Riau.
Agus Sri Danardana, saat mengisi materi menyampaikan
pada puluhan peserta yang mengikuti acara tersebut agar bisa mengikuti acara
secara gembira dan merasa nyaman. Sedangkan Marhalim Zaini disela-sela acara
mengapresiasi acara yang digelar oleh Balai Bahasa Riau tersebut. “Karena
melalui kegiatan ini penulis-penulis Riau bisa bertemu dan saling berbagi,”
ujarnya. Begitupun pihak Balai Bahasa Riau
Di hari terakhir acara, dibentuk
sebuah forum yang diberi nama Gerakan Komunitas Sastra Riau (GKSR) yang
diketuai oleh Boy Riza Utama. Forum ini bertujuan untuk terus menjalin
komunikasi antar penulis, antar komunitas yang ada di Riau, serta untuk
menggeliatkan atau menghidupkan kegiatan-kegitan menulis di Riau dan
menciptakan masyakarat pembaca, terutama pembaca karya-karya sastra. Setelah forum
GKSR tersebut terbentuk, kemudian dilanjutkan memilih 12 orang tim formatur. 12
orang tim formatur tersebut merupakan koordinator masing-masing komunitas
menulis yang ada di Pekanbaru dan koordinator dari masing-masing perguruan
tinggi di Pekanbaru. Tim formatur tersebut diwajibkan menyusun rancangan
kegiatan serta program-program untuk menghidupkan nuansa baca tulis dan
berdiskusi di Pekanbaru.
Disamping itu, Balai Bahasa Riau juga menyelenggarakan
beberapa lomba, diantaranya lomba menulis puisi, cerpen, dan essai yang bisa
diikuti oleh seluruh peserta dan umum. Naskah lomba yang akan diikutsertakan
dalam lomba bisa diantar langsung diakhir acara ataupun menyusul kemudian
setelah acara usai sampai batas waktu yang ditentukan oleh panitia berakhir. (Laporan: Desi Sommalia, bergiat di
Komunitas Rumahkayu).



25%