RumahKayuIndonesia.com-
Rumah kayu Sumatera Barat, laksanakan
diskusi mingguan Di Sari Anggrek, dihadiri oleh Alizar Tanjung, Pimpinan
Rumahkayu Group sekaligus Direktur RumahKayu Publishing, Minggu (10/15).
Dalam
menghasilkan karya yang memuaskan, diperlukan kritikan, saran dari seseorang
agar karya bisa lebih baik dari sebelumnya. Rumah Kayu adalah wadah yang pas
dalam membimbing, memotivasi atau mendorong untuk menghasilkan karya yang lebih
baik, dan mengembangkan pribadi yang unggul dalam menghasilkan karya, baik itu
penulisan, desain grafis, puisi, ilustator dan yang lainnya.
Rumah
Kayu Sumatera Barat adakan diskusi Mingguan di Sari Anggrek, guna membedah
karya, para peserta diskusi, juga melakukan sharing terkait tentang kepenulisan
dan memotivasi semangat menulis untuk tetap berkarya. Diskusi dihadiri oleh
pimpinan Rumah Kayu Gruob, Alizar Tanjung.
Alizar
Tanjung memberikan motivasi kepada anggota dalam membangkitkan semangat menulis
dan menghasilkan karya-karya terbaik. Dukungan dan tips-tips dalam berkarya tak
lupa dibagikan, “dalam berkarya kita harus percaya diri, percaya diri adalah
kunci sukses dalam meraih keberhasilan, jika percaya diri kita telah kuat, maka
tidak akan mudah digoyahkan oleh hal lain,” paparnya.
Kegiatan
diskusi ini tidak hanya dihadiri oleh anggota Rumah Kayu saja, namun terbuka
untuk umum, baik itu anggota ataupun non anggota . Diskusi mingguan ini bertujuan
meningkatkan potensi pada diri dan dapat meningkatkan kualitas dalam berkarya.
Demi meningkatkan kualitas yang baik, maka dari itu anggota yang hadir baik itu
anggota Rumah kayu ataupun non
anggota sebaiknya membawa karya dalam diskusi.
Masing-masing
peserta diskusi akan memberikan kritik dan saran membangun terkait kepenulisan
maupun bidang lain, baik itu EYD, ide cerita, alur, isi, ataupun sudut pandang
untuk memberikan kontribusi demi kebaikan dalam kepenulisan kedepannya.
“saya
berharap diskusi ini bisa berjalan dengan baik
walau tidak semua anggota yang hadir, dan belajarlah menghargai waktu, dan
menghargai anggota yang telah hadir, karena Islam tidak mengajarkan kita untuk
membuang-buang waktu, manfaatkan waktu sebaik mungkin” ujar Alizar Tanjung
(10/15).




25%