Karya Riska Aditiana
Daun pintu yang usang menyambutku
pada tanah yang basah
Gemericik di atap kudengar lagi
desahnya
Tapi tidak,
Hembusan itu bukan lagi angin yang
dulu
Harmoninya
bukan symponi yang biasa memanjakanku
Hatiku melambai pada masa-masa
indah lalu
Ah... Aku tak melihat senyumanmu Ibu
Kau kepakkan sayap kemudian berlalu
Kini atapku menaungi jiwa yang tak
lagi utuh
Disudut mata Ayah aku membaca
Hatinya menyadari bahwa cinta
terlambat pada rasa yang menjadikannya usang
Hingga belahan jiwanya hilang
digenggaman takdir Tuhan
Bersisalah aku dan napas Ayah yang
terasa lengang
Namun tinta berbicara bahwa kanvas
harus tetap berwarna
Tak ada lagi sunyi yang menikam asa
Hamasah-ku pada siang
Jiddiyah-ku pada malam
Begitu janjiku pada kehidupan
*sudah dipublikasikan dalam lomba
menulis puisi yang mendapat nominasi kontributor terpilih, serta telah dibukukan
dalam buku Antologi Puisi My Family is My Life oleh Mawar Publisher.




25%