Oleh: Retno Purwa
![]() |
| Sumber: azharologia.com |
Azhar
Nurun Ala, pemuda kelahiran Lampung Tengah 23 tahun silam ini jatuh cinta pada
sastra sejak duduk di bangku kuliah strata satu jurusan gizi di Universitas
Indonesia. Berawal dari menulis rutin di blog pribadinya, azharologia.com,
kini Azhar telah menerbitkan lima judul buku, di antaranya Antologi Prosa Ja(t)uh (2013), Novel Tuhan Maha Romantis (2014), Novel Seribu Wajah Ayah (2014), Memoar Cinta Adalah Perlawanan (2015), dan
Novel Konspirasi Semesta (2016).
Senada
dengan judul laman blog pribadinya, Azhar mengungkapkan bahwa tujuan utamanya
menulis adalah untuk merapikan kenangan. “Syukur-syukur kalau bermanfaat juga
untuk orang lain.” Imbuhnya.
Menilik
beberapa buku yang pernah ia tulis, seperti Ja(t)uh,
Tuhan Maha Romantis dan Cinta Adalah
Perlawanan, tidak dipungkiri jika sebagian besar tulisan Azhar terinspirasi
dari kehidupan nyata. Sementara sebagian kecil lainnya ia akui sebagai khayalan
atau hal-hal yang ia harapkan benar-benar terjadi dalam hidupnya.
“Sebagaimana
kebanyakan penulis amatir, saya mulai menulis dari apa-apa yang saya tahu,
rasa, dan alami. Biasanya, yang paling berpengaruh itu perasaan jatuh cinta,
haru dan kehilangan.” Bagi Azhar, berani menuangkan perasaan ke dalam tulisan
merupakan sebuah keberhasilan. Jika ingin menuliskan kisah pribadi, harus
benar-benar penuh penghayatan dan kejujuran. Secara tidak langsung, curhat
dapat juga dijadikan sebagai salah satu proses untuk melahirkan sebuah tulisan
yang indah.
Azhar juga
menambahkan, bahwa hakikat sastra yakni bermanfaat sekaligus menghibur sehingga
tidak ada persoalan apakah tulisan itu melibatkan sisi emosional penulis atau
tidak. Termasuk perihal proses kreatif yang ditempuh masing-masing penulis,
mutlak menjadi hak si penulis itu sendiri untuk bebas menentukan cara
terbaiknya dalam menciptakan sebuah karya. Salah satunya, dengan menuangkan
perasaannya ke dalam tulisan.
“Jangan pernah berhenti belajar. Jangan mudah
puas. Dan niatkanlah proses penulisan sebagai satu cara untuk menambah
timbangan kebaikan, di dunia dan akhirat,” pesan Azhar untuk para penulis muda
agar dapat menghasilkan karya-karya yang berkualitas, terlepas dari bagaimana
proses yang ia tempuh dalam melahirkan sebuah tulisan.




25%