Siapapun orang
Minangkabau pasti pernah mendengar bunyi sepotong kata pusako niniak nan dahulu, yang disebut: “Tambo”. Mungkin juga
pernah mengucapkan, mengutip bagiannya, atau bahkan berbicara panjang lebar
perihal tambo. Tambo adalah kosa kata yang sangat familiar, sangat dikenal.
Tapi, sebenar-benarnyakah setiap orang Minangkabau mengenali dan memahami apa
sebenarnya tambo tersebut?
Buku pertama ini mengajak pembaca mengenali
kekeliruan yang telah berlangsung berabad-abad. Kekeliruan karena tindakan dan
perlakuan terhadap tambo. Tindakan dan perlakukan tersebut menimbulkan sebuah
dimensi baru, menimbulkan eksistensi baru, wujud baru tambo. Akhirnya terjadi
pemahaman baru terhadap tambo.
Arus pemahaman lama tetap berjalan menurut
jalur tradisi. Sementara itu, arus pemahaman baru mengalami berbagai
transkripsi dan diskursus yang kemudian memporakporandakan pemahaman semula.
Lahirlah pemahaman-pemahaman baru yang menjadi sangat jauh dari pemahaman awal.
Lahir pula tradisi-tradisi baru dari pemahaman baru tersebut.
Dimensi dan eksistensi baru tambo merubah
semua dimensi dan eksistensi tambo awal. Terjadilah rangkaian kekeliruan
pemahaman. Buku kecil ini memaparkan secara sederhana sepuluh butir kesalahan
pemahaman terhadap dimensi dan eksistensi Tambo Minangkabau.
..........................................................................................................................
Harga 45.000
..........................................................................................................................
Pesan VIA atau SMS
0831-8132-1373




25%