MENGINGAT
PILU
Karya:
Adorada
Aku pernah patah hati, perasaanku kacau
kala itu. Semua terasa besar dan aku begitu kerdil, lebih kerdil dari kurcaci
di cerita dongeng. Jika boleh memilih, aku ingin menjadi bakteri saja, walau
kecil tak terlihat denan kasat mata namun masih bisa bersembunyi meski
tersakiti, hilang pun tak ada yang mencari. Lebih baik tidak terlihat karena
memang tak bisa dilihat, daripada bisa dilihat namun tidak dilihat. Aku kacau.
Mungkin
sebagian dari kita menganggap aku gila, semua yang kupikirkan terasa
menyakitkan bagiku, aku dengan segala kehampaanku, membuatku menjadi semakin
lemah, karena cintaku pun dibiarkan begitu saja, hampir layu, bukan, sudah layu, ya, sudah layu. Bukannya aku
tidak pandai memikirkan hati, hanya saja selalu melekat ingat di ingatanku. Aku
patah hati.
Tidak
ada alasan bagiku untuk kobarkan api hingga mengembul asap ke ujung sana,
luapkan amarah ataupun air mata kekecewaan yang biasanya dilakukan para korban
percintaan. Aku hanya sebatang potong berbuah langka yang terlanjur menarauh
hati pada burung yang sering kali bertengger di ranting kecilku, hingga
kumerasa nyaman dan merindu, namun, harapku terlalu jauh, hingga tanpa kusadari
rindangku tak bermakna untukmu.
November
2017
#rumahkayugroup
#rumahkayuindonesia #rumahkayupustakautama




25%